Senin, 25 Mei 2015

Butiran Debu, Mendadak HO

Awal pekan kedua setelah dipindah tugaskan ke HO. Agak berat memang diawal dikarenakan kabar yang datang mendadak dan tindak lanjut yang sangat tiba-tiba. Ketika kabar itu datang dihari Jumat, dan instruksi untuk segera pindah lokasi pada hari Seninnya. Hmmm....

Namun apalah arti sebuah mutasi. Perubahan lokasi, posisi, job deskripsi, hanyalah sebuah rangkaian puzzle dari journey of our success. Kecepatan beradaptasi menjadi salah satu kunci untuk berada dalam arus putaran yang sama.

Sekali lagi kita hanyalah butiran debu, yang beterbangan kian kemari. Tak ada yang perlu disombongkan, tak ada yang perlu dibanggakan. Sekedar berharap dapat memberikan yang terbaik dari sebuah tugas yang diamanahkan. Ya, butiran debu, sebuah ungkapan yang pernah saya berikan kepada teman-teman saya. Sebagai rasa simpati atas perasaan sedih ketika berada di titik nadir... Wkwkwk : D Jadi pengen ketawa kalo ingat saat itu.

Namun ada beberapa hal yang dapat diambil peristiwa perpindahan ini :

1. Waktu adalah kehidupan itu sendiri. Hidup adalah kumpulan waktu yang kita jalani setiap hari. Nilai hidup kita diukur dari kemampuan kita memaknai dan memanfaatkan waktu dengan hasil yang dapat dirasakan oleh kita dan orang-orang disekitar kita. Ada waktu dimana kita memang diwajibkan untuk belajar, memperhatikan, dan terlibat lebih didalam sebuah konstruksi dan pengelolaan gedung. Hal tersebut adalah sebuah anugerah terindah yang pernah kumiliki... Ups, kayak pernah denger kata-kata ini, dimana ya? Dan ada waktunya untuk mengimplementasikan hasil belajar kita ditempat lainnya yang akan kita lalui nanti. Nah, manfaatkan waktu belajar ini sebaik-baiknya.

2. Sikap adalah utama. Kemampuan menyesuaikan diri, dan bersikap yang terbaik terkadang lebih dibutuhkan dari kemampuan / skill terhadap pekerjaan itu sendiri. Segala bentuk keterampilan dan kemampuan dalam suatu pekerjaan akan selalu mampu dikuasai bila ada kemauan dan tekad untuk terus belajar. Dan hal ini akan lebih mudah dilakukan bila kita mampu terlebih dahulu menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Kemampuan menyesuaikan diri ini akan cepat dan mudah untuk dimiliki seseorang bila seseorang tersebut telah memiliki nilai-nilai sikap baik yang bersifat universal, seperti diantaranya : kemauan bekerja keras, jujur, sopan / rendah hati, dan solidaritas persahabatan yang tinggi.

3. Menjaga mood. Ada sesuatu yang menarik tentang sebuah cara mengelola perasaan / mood agar tidak mempengaruhi performansi ditempat kerja. Yaitu dengan mengaktifkan "saklar on-off". Maksudnya adalah kita harus bisa memisahkan suatu permasalahan berdasarkan sifatnya. Bila permasalahan ini diluar masalah pekerjaan, maka kita harus bisa men-skip permasalahan ini agar tidak masuk ke area permasalahan pekerjaan. Aktifkan "saklar off" untuk masalah tersebut saat bekerja, dan nyalakan kembali setelah selesai bekerja. Begitu juga sebaliknya, diluar jam kerja, ada baiknya bila kita menyalakan "saklar off" untuk hal-hal didalam pekerjaan kita, sehingga kita juga punya waktu untuk kehidupan pribadi dan sosial kita. Istilahnya jangan "baper", biar lebih fresh aja saat menjalani aktifitas kita.

Okay pemirsa, sekian curhat edisi "Butiran Debu, Mendadak HO" ini. Tetap semangat. Trusted, Leading, Totality! Masya Allah... Masih aja : )



“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”

Jumat, 03 April 2015

Ikan Kambing-Kambing

Bang Juki beli celana, emang kalo rejeki gak bakal kemana : )

Gimana enggak enak coba, ketika pulang kantor, karena saking sibuknya sampai lupa makan, tiba-tiba ketika sudah sampai rumah saya dikejutkan dengan bungkusan besar berisi ikan bakar dengan tampilannya sangat menggoda selera. "Makan tuh No... Tadi ibu abis jalan-jalan terus makan bareng-bareng sama ibu-ibu tetangga". Hmmm, air liur yang mengandung banyak enzim pencernaan itupun mulai mengalir memenuhi liang mulut yang udah gak sabar melahap tampilan ikan dengan tekstur "hitam manis" itu. Secara, nyokap bawa nih ikan lumayan jauh, dari Citayam Depok. Yaaahhh gak jauh-jauh amat sih hehe...


Kembali kepada masalah ikan bakar yang terbungkus rapi tadi, tiba-tiba agak sedikit aneh ketika melihat bentuk ikan tersebut, terutama dibagian kepala. Kepalanya yang agak besar ditambah bentuk giginya yang tebal dan juga agak besar membuat saya penasaran dengan jenis ikan ini. "Ikan apa apa nih bu?". "Ikan kambing-kambing" Jawab nyokap. Nama yang aneh...

Ikan Kambing-Kambing, Ikan Atau Kambing?


Kenapa juga dinamakan ikan kambing-kambing? Apakah karena bentuk kepalanya yang seperti kambing? Atau memang karena tekstur giginya yang agak besar dan seperti kambing? Hmmm... Entahlah. Tapi dibeberapa tempat orang juga menyebutnya dengan ikan ayam-ayam, mungkin karena tekstur dagingnya yang tebal seperti ayam namun tetap memiliki cita rasa gurih seperti ikan laut lainnya. Apapun itu, jenis ikan ini layak untuk dijadikan menu istimewa kita. Karena jarang-jarang kita bisa makan ikan sekaligus makan kambing kan???




Mensyukuri Nikmat Makanan & Adab Dalam Makan

Terlepas dari apapun makanan kita, bersyukur adalah bentuk terbaik dari cara kita berterima kasih atas segala karuniaNya. Dan salah satu cara bersyukur atas nikmat makanan dan minuman adalah dengan menikmati karunia tersebut sesuai dengan adab yang telah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia. Adapun adab dalam makan diantaranya adalah :



1. Makanlah yang halal lagi baik

Adanya sertifikasi halal MUI memudahkan kita dalam mengidentifikasi halal tidaknya sebuah produk makanan atau minuman. Dengan peduli pada sertifikasi halal tersebut setidaknya kita sudah peduli dan lebih terjaga dalam kepastian zat yang kita konsumsi. Cara mendapatkannya pun harus benar, jangan dari hasil korupsi, mencuri ataupun perbuatan tercela lainnya. Dan kita juga harus memastikan bahwa jenis makanan yang kita makan adalah jenis makanan yang baik (thoyyib) bagi tubuh kita. Sate kambing, jeroan, junk food mungkin saja halal, tapi kalo berlebihan akan berbeda ceritanya...


“Hai para rasul, makanlah yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mu`minun: 51)


2. Membaca Basmalah dan Hamdalah

Rasulullah SAW bersabda : “Jika seseorang di antara kamu hendak makan, maka sebutlah nama Allah SWT. Dan jika ia lupa menyebut nama-Nya pada awalnya, maka bacalah, ’Bismillahi awwalahu wa akhirahu’ (Dengan menyebut nama Allah SWT pada awalnya dan pada akhirnya).” (HR. Abu Dawud)

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW tersenyum, beliau menjelaskan ketika seorang Muslim tidak membaca Basmalah sebelum makan, maka syaitan akan ikut makan dengannya. Namun, ketika Muslim tersebut teringat dan menyebut nama Allah SWT, maka syaitan pun langsung memuntahkan makanan yang sudah dimakannya.




Rasulullah SAW juga bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT meridhai seorang hamba yang ketika makan suatu makanan lalu dia mengucapkan Alhamdulillah. Dan apabila dia minum suatu minuman maka dia pun mengucapkan Alhamdulillah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)

3. Makan dan minum dengan tangan kanan

Simple sih, tapi terkadang suka ada yang terlupa untuk selalu makan dengan tangan kanan. 

“Apabila salah seorang dari kalian makan,makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

4. Selalu habiskan makanan dan tidak mencela makanan

Paling gak habis pikir kalo ngelihat orang ngebuang-buang makanan. Kalo memang tidak habis ya jangan ngambil banyak-banyak doong... Masih banyak lho diluar sana yang kesulitan makanan. Lagi pula dengan membuang makanan berarti kita telah membuang sia-sia sumber daya yang telah digunakan untuk memproduksi makanan tersebut. Membuang-buang nasi berarti kita telah menyia-nyiakan tenaga dan waktu sang petani, solar untuk traktor dan pompa pengairan sawah, pupuk, biaya pergudangan dan lain-lain. Dan setelah itu menjadi sebuah nasi kemudian dengan mudahnya dibuang??? Mikirrr...


Habiskan selalu bila makan dan jangan pernah mencela makanan. Kalo emang suka bilang suka, kalo enggak ya simpan aja dalam hati, tapi jangan digantung... Ups, maksudnya hargai makanan dan si pembuat makanan.  

Dari Jabir RA ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW menyuruh membersihkan (sisa-sisa makanan) yang ada pada jemari dan piring seraya bersabda : "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui yang mana di antara makanan itu yang mengandung berkah". (HR. Muslim.)

Abu Hurairah ra. berkata : “Rasulullah SAW tidak pernah sedikit pun mencela makanan. Bila beliau berselera, beliau memakannya. Dan jika beliau tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari Muslim)











5. Makan & minum sebaiknya sambil duduk

Rasulullah SAW melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri. Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata,“Kami bertanya kepada Anas, ‘Kalau makan?’ Dia menjawab, ‘Itu lebih buruk -atau lebih jelek lagi-.’” (HR. Muslim)


Selain itu ada beberapa hal lagi seperti makan sebaiknya tidak bersandar, utamakan makan bersama-sama, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan lain sebagainya.



Makan Diniatkan Untuk Ibadah

Nah, agar kita tidak sekedar makan, maka niatkanlah makan itu untuk ibadah. Untuk menghasilkan tenaga agar dapat menjalankan aktifitas kebaikan dalam rangka mengharap keridhoan Allah SWT. Selamat makan...

"Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar"

Yaa Allah, berkahilah rezeki yang engkau berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka. 



“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”

Rabu, 18 Februari 2015

Setegar Sang Profesional

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesional adalah sesuatu yang berhubungan dengan profesi / pekerjaan, memerlukan kepandaian khusus untuk melakukannya, dan mengharuskan ada pembayaran untuk melakukannya.

Dari definisi diatas, ketika kita menjadi seorang profesional, maka kita harus menjadi seseorang yang mampu untuk melakukan pekerjaan dengan cakap sesuai dengan kepandaian kita. Mendedikasikan segenap keterampilan dan kesungguhan dalam mencapai hasil kerja yang diinginkan, dan diakhir kita mendapatkan bayaran sesuai dengan pekerjaan yang kita lakukan. Sampai disini it's fine.

Namun dalam praktiknya, permasalahan yang kita hadapi dalam pekerjaan tidak selalu hanya teknis pekerjaan, namun juga lingkungan pekerjaan. Dan justeru masalah lingkungan dan suasana pekerjaanlah yang memberikan andil tidak sedikit terhadap produktivitas kerja sebuah perusahaan.









Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Untuk meningkatkan produktivitasnya, maka lingkungan kerja sangat mempengaruhi kinerja. Karena lingkungan kerja yang baik akan menciptakan kemudahan pelaksanaan tugas. Lingkungan kerja ini sendiri terdiri dari lingkungan kerja fisik dan non fisik yang melekat dengan karyawan sehingga tidak dapat dipisahkan dari usaha pengembangan kinerja karyawan.  

Menurut Sukanto dan Indriyo dalam Khoiriyah (2009:24) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja yang dapat mempengaruhi dalam bekerja meliputi mengaturan penerangan, pengontrolan suara gaduh, pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan keamanan tempat kerja. Sedangkan menurut Nitisemito dalam Khoiriyah (2009:24) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Menurut Sedarmayanti dalam Wulan (2011:21), menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. 

Faktor faktor lingkungan kerja fisik menurut Wulan (2011:22) adalah pewarnaan, penerangan, udara, suara bising, ruang gerak, keamanan dan kebersihan. Sedangkan faktor lingkungan kerja non fisik ialah struktur kerja, tanggung jawab kerja, perhatian dan dukungan pemimpin, kerja sama antar kelompok, dan kelancaran komunikasi. 

Jujur, saya tidak kenal siapa itu Sukanto, Indriyo, Nitisemito, Khoiriyah dan Wulan. Saya hanya mengutip hasil penelitian mereka melalui Google untuk melengkapi tulisan saya bahwa lingkungan non fisik, dalam hal ini yang mempengaruhi mood dan motivasi karyawan, berperan amat penting dalam kinerja karyawan dalam suatu perusahaan.

Manusia bukanlah robot pekerja yang tidak punya hati dan perasaan, apalagi untuk masalah hati, hati manusia khan sensitif, mudah pecah dan belah kemudian hancur... Hehe, sori agak OOT


Tetap Tenang, Jangan Goyah

Suasana hati yang sedang tidak bagus memang akan membuat kinerja kita tidak maksimal. Permasalahan yang terjadi dirumah, perselisihan dengan rekan kerja, dan mungkin kondisi yang tidak fit membuat kita down serta malas untuk bekerja, dan sayangnya, sikap negatif berupa malas dan tidak semangat itu bisa menular dan mempengaruhi rekan kerja kita yang lain. Namun ingatlah kembali kepada definisi "Profesional" yang telah kita bahas di awal.

Tetap tersenyum saat mungkin sedang bad mood, tertawa renyah meskipun sedang mengalami permasalahan yang luar biasa berat, dan tetap ringan membantu meski sebetulnya juga membutuhkan bantuan hanya bisa dilakukan orang-orang yang pandai mengelola emosi. Orang-orang yang memilih tegar dan lebih memilih melakukan sesuatu yang menghasilkan daripada harus terjerembab dalam kedukaan yang mendalam... (wessss mantap banget nih kata-kata). Dan saya pun jadi ingat kata-kata seorang teman, "jangan pake perasaan..." Simpel sih, tapi daleeemmm : D

Ya, itu semua karena kita adalah seorang "Profesional", seseorang yang dituntut mampu untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam setiap keadaan.

Kebiasaan Para Nabi

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhya hal itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb mereka dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya" (Al-Baqarah 2:45-46)

Pada tahap tertentu, Allah tidak menyuruh kita untuk mencari jalan keluar, Dia hanya menyuruh kita untuk tetap sabar dan sholat. Karena disetiap permasalahan Allah telah menyiapkan jalan keluarnya, Dia hanya ingin melihat apakah sang hamba tetap mendekat kepadaNya serta selalu menyebut dan meminta pertolonganNya? Ataukah sang hamba malah menjauh dengan jalan mencari pertolongan kepada selainNya? 

Bila saja para Nabi tidak sabar dan tegar dalam menghadapi cobaan dan musibah ketika menyebarkan kebenaran, mungkin kita tidak akan mendapatkan hidayah yang dengannya manusia dimuliakan dan menjadi makhluk terhormat kesayangan Tuhan. 

Mungkin para Nabi adalah orang-orang yang selalu tersenyum dibalik penderitaan yang dialaminya, tetap sabar membimbing disetiap kesusahan yang ditutupinya, dan tetap membersamai umatnya meskipun lelah dan penat hinggap dipikirannya. Layaknya seorang "Profesional" yang selalu tetap teguh menjalankan tugas dari "Boss" semesta alam. Ya, karena "bayarannya" adalah surga, yang saking indahnya, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.

Gak gampang sih, semoga kita bisa meningkatkan profesionalisme kita. Semangat... : )




“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”

Minggu, 18 Januari 2015

Fit Out

Pengertian Fit Out

Secara umum Fit Out diartikan "Provide with (something) usually for a specific purpose". Menyediakan / memberikan sesuatu untuk sebuah kebutuhan tertentu.

Definisi Fit Out menurut Oxford Dictionaries adalah "An act of providing the necessary equipment for a house or flat, especially the final decoration and fitments". Sebuah kegiatan dalam menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan oleh sebuah rumah / tempat tinggal atau bangunan / gedung, khususnya pada tahap akhir dekorasi dan perlengkapan.

Dalam definisi lain Fit Out dapat diartikan "Refers to the process or action of installing building infill, or to the physical products used in making habitable space in a base building". Yaitu merujuk kepada proses atau kegiatan dalam instalasi kelengkapan gedung, atau produk dalam bentuk fisik yang digunakan untuk membuat ruang layak huni dalam bangunan / gedung.

Disini saya coba mendefinisikan secara sederhana mengenai fit out dalam hal kaitannya dengan pengelolaan gedung, yaitu "sebuah proses kerja sama antara pengelola gedung dengan tenant / penghuni / penyewa gedung, dimana pengelola gedung menyediakan ruangan / lahan sewa yang telah disiapkan, untuk didesign atau ditata ulang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tenant, yang didalamnya terdapat perjanjian dan kesepakatan yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak."


Aplikasi Kegiatan Fit Out / Fitting Out

Dalam lingkup pengelolaan gedung, sebelum tenant / penghuni gedung menempati ruang / lokasi yang diinginkan, maka terlebih dahulu harus dilakukan proses fit out. Ini dimaksudkan agar penghuni mendapatkan fasilitas dasar / umum yang telah ditetapkan oleh pengelola gedung serta kesepakatan dan perjanjian lainnya terkait penggunaan ruangan sebelum akhirnya dilakukan proses setting ruangan akhir yang benar-benar diinginkan oleh penghuni secara "customize" dan spesifik.


Setiap pengelola gedung memiliki standar yang berbeda dalam menetapkan ketentuan perjanjian kerjasama dan kebutuhan dasar yang diberikan kepada penghuni selama fit out berlangsung, namun ada beberapa hal yang pada umumnya terdapat dalam lingkup pekerjaan fit out, diantaranya:

1. Informasi dan prosedur umum fit out oleh pengelola gedung setempat
2. Kriteria umum pekerjaan fit out, ex : sipil, elektrikal, mekanikal, pekerjaan-pekerjaan lain
3. Spesifikasi ruang tenant
4. Kebutuhan tambahan tenant yang dikerjakan pengelola gedung
5. Spesifikasi material fit out
6. Tata tertib fit out termasuk office fit out
7. Peraturan mengenai deposit fitting out
8. Formulir serah terima dan lainnya

Dan yang perlu diingat, fitting out tidak hanya kegiatan penyerahan ruang / lokasi yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola gedung kepada pihak tenant / penghuni / penyewa gedung saja, karena pada akhir kegiatan fitting out juga akan diadakan inspeksi bersama (final inspection) antara pengelola gedung dan tenant, yang bertujuan untuk memastikan bahwa pekerjaan fitting out telah berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak tenant kepada pihak pengelola gedung. Hal ini untuk menghindari kerugian disalah satu pihak.






 Uraian Pekerjaan Fit Out Coordinator

Pada umumnya suatu kegiatan fit out diawasi oleh seorang fit out coordinator yang ditunjuk oleh pengelola gedung dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti marketing, tenant relation, dan engineering. Seorang fit out coordinator merupakan personil kunci yang bertanggung jawab atas keseluruhan administrasi, perencanaan, dan proses pekerjaan fitting out. Fit out coordinator harus mengetahui rencana dan proses fitting out berjalan, serta menjadi perwakilan dari pengelola gedung mulai dari awal waktu penyewaan oleh tenant hingga berakhirnya pekerjaan fitting out yang harus sesuai dan memuaskan bagi kedua belah pihak.

Adapun lingkup pekerjaan fit out coordinator diantaranya adalah :
  • Bekerja sama dengan departemen engineering dalam hal pengawasan pekerjaan fit out untuk mencapai  standar mutu yang telah disepakati termasuk memastikan dilaksanakannya peraturan fit out kepada semua mitra kerja untuk meminimalisir dampak yang merugikan gedung.
  • Menyediakan pelayanan yang dibutuhkan untuk merawat gedung dan lahan agar tetap dalam kondisi terbaik
  • Mengontrol pelaksanaan dan jadwal pekerjaan semua mitra kerja
  • Mengawasi proyek pemeliharaan dan perbaikan oleh mitra kerja sesuai dengan perjanjian kontrak
  • Membantu pihak gudang untuk memutuskan pembelian kebutuhan material gedung


Contoh Prosedur Fit Out

Nah, sebagai contoh paling mudah, berikut ini ditampilkan sebuah contoh prosedur fit out yang diterapkan di sebuah perusahaan properti multi nasional yang saya pernah terlibat didalamnya. 


Demikian dan semoga tulisan ini bermanfaat. TLT... Trusted Leading Totality.




“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”

Jumat, 19 Desember 2014

Lingkaran Semangat

Rutinitas harian yang kita jalani kadang mencapai titik jenuh dimana kita merasa bosan dan perlu tantangan baru untuk sesesuatu yang  "lebih" dari hidup yang telah kita capai saat ini. Lingkungan yang kompetitif selalu menuntut kita untuk tampil agar eksis dan tetap bisa  seirama dan bahkan selangkah lebih maju dari target yang sudah ada.

Tapi... Dari target yang muluk-muluk, cita - cita yang ketinggian (sebetulnya sih gak ada yang namanya cita - cita ketinggian hehe), serta janji manis dari mimpi yang sering kita bangun sendiri (sampe hampir diabetes karena sering dijanjiin yang manis - manis), yang ada malah drop, sakit karena lupa makan. Hadeeuuuhh...

Terkadang sering terpikirkan (ini mungkin salah, kata "terkadang" bersanding dengan "sering", yang ada malah berlawanan, tapi gak apalah, disini bebas... tapi sopan) untuk apa hidup ini. Apakah memang hidup ini cuma untuk mengejar sesuatu yang tampak oleh mata berupa materi? Atau status sosial berupa gengsi? Atau mungkin perasaan senang dan bahagia yang definisinya sering kali berbeda diantara setiap manusia...???

Arti Hidup Sesungguhnya

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat : 56)

Ya, 4WI menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadanya. enggak lebih dari itu. Dan segala sesuatu yang kita lakukan, selagi diniatkan ikhlas untuk 4WI dan dengan jalan yang baik (mencontoh Rosululloh) maka akan bernilai ibadah. Namun sering kali kita terlupa, dan pesona dunia seringkali berhasil menggoda kita.

Nah disinilah kita perlu orang-orang yang mau mengingatkan, orang-orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan kita kepada 4WI. Orang-orang yang secara sadar dan berkelanjutan memahami bahwa sifat manusia yang pelupa akan mudah sekali tergelincir dan lupa kepada kehidupan selanjutnya, kehidupan yang kekal dan abadi, ketika semua jiwa diminta pertanggung jawaban atas apa yang telah diperbuat.

Hati manusia senantiasa berbolak-balik, iman itu kadang naik kadang turun, maka perlu ada semacam suplemen untuk me re-charge ulang jiwa dan keimanan kita. Dan itu ada disebuah lingkaran, yang saya lebih suka menyebutnya dengan "lingkaran semangat."

Lingkaran Semangat Itu

"Lingkaran semangat" itu adalah dimana dibacakan ayat-ayat Tuhan, diceritakan kisah-kisah teladan, diajarkan cara menjalankan aturan kehidupan, diperiksa capaian ibadah harian. Dan lebih dari itu, ada rasa kebersamaan, ada rasa rindu yang mendalam terhadap Tuhan. Atas segala kelalaian yang selama ini dilakukan, atas segala kesalahan yang selalu saja terulang, maka luluh dan leburlah semua dalam satu ikatan perjuangan untuk memperbaiki diri, meski disadari ini adalah perjalanan yang jauh, lama, dan teramat sulit.

Lingkaran itu bisa berupa majelis ta'lim yang kita hadiri, halaqoh pekanan yang biasa kita jalani, atau pengajian rutin yang sering kita agendakan.

Sesibuk apapun, seletih apapun, sempatkanlah untuk bersama didalam lingkaran yang penuh rahmat dan berkah ini. Sebagaimana dalam sebuah hadits :


Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda,”Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim, no. 2699; Abu Dawud, no. 3643; Tirmidzi, no. 2646; Ibnu Majah, no. 225; dan lainnya].


Kongkow-kongkow gak harus selalu sesuatu yang sifatnya cuma senang dan santai aja, tapi juga bernilai pahala dan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita.

So, buruan gabuuung...




“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”

Senin, 08 Desember 2014

Selamat Bekerja

"Dibalik kesibukan... Ada sesuatu yang ingin dilupakan..."

Eaaaaaa.... : )

Kata-kata diatas saya peroleh dari sebuah akun di instagram. Bener juga sih, terkadang kita sering menyibukkan diri dalam bekerja, yang salah satu tujuannnya untuk melupakan persoalan atau permasalahan yang sedang dialami, atau mungkin sekedar menjalankan rutinitas harian dan atas perintah atasan. Memang gak salah sih sepenuhnya dengan hal tersebut, namun sebenanrnya kita bisa mencari motivasi atau dorongan untuk bekerja yang lebih baik dari hal-hal tersebut.


Bekerja adalah sebuah usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Ya, dengan upah atau gaji yang didapatkan, maka kita setidaknya bisa tetap makan, biayain keluarga, sedekah, nraktir temen,  hingga mempertahankan gaya hidup yang selama ini udah kita jalani sehari-hari. Dengan bekerja juga membuat kita punya kegiatan, sehingga gak mudah dilanda jenuh dan kebosanan karena terlalu "santai kayak di pantai", atau menjalani hidup yang terlalu "slow kayak di pulau" hehehe...





Bukan Kerja Biasa

Namun ada sesuatu yang lebih besar dari itu. Bekerja adalah sebuah rangkaian dari ibadah-ibadah panjang kita. Sebuah bentuk kesyukuran atas nikmat potensi yang telah diberi oleh-Nya. Sebuah agenda besar untuk memberikan kemanfaatan dan kebaikan bagi perusahaan dan orang-orang disekitar kita, sebuah tanggung jawab sosial atas dampak eksistensi kita di lingkup lokal atau bahkan global... Hadeeuuhh ngomong apa sich...???

BTW, check this out.

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah : 10)

"Dari Anas, Rasulullah saw bersabda, “tidaklah seorang mukmin menanam tanaman, atau menabur benih, lalu burung atau manusia atau hewan pun makan darinya kecuali pasti bernilai sedekah baginya." (HR Bukhari)

"Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam hari itu ia diampuni oleh Allah." (HR. Ahmad)

Tetaplah Bekerja

Pada intinya, bekerja adalah sebuah peluang untuk menambah amal kebaikan kita, sebuah tanggung jawab untuk kita nikmati sebagai upaya menggapai ridho-Nya, memberi yang terbaik dengan jalan yang baik, sambil tetap menciptakan suasana yang ceria dan menyenangkan ditempat kita bekerja.

Dan akhirnya, semoga segala apa yang kita usahakan diterima oleh 4WI dan membawa kebaikan bagi orang-orang terkasih disekitar kita. Semoga sukses dan selamat bekerja yah...





“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”

Rabu, 22 Oktober 2014

Lambang Telkom Property


Malam ini, pulang sedikit agak malam, sedikit memanfaatkan waktu dengan menambah logo Telkom Property terbaru di "signatures and identities" pada email saya.

Dan inilah logonya, tadaaa...


Ini yang satunya...



Singkat saja, selamat malam...




“Sebaik-baik perkataan adalah AlQuran, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW…”